MI Darul Ulum menjuarai lomba Tahfidz, Kaligrafi dan LCC

Pelatihan PAKEM dengan bantuan USAID

Petugas upacara MI Darul Ulum
Praktek pola hidup sehat dengan cuci tangan

Upacara Peringatan Hari Kartini

Ustadz dan Ustadzah MI Darul Ulum

Drum Band Mi Darul Ulum

Kunjungan ke Sampookong

Pembelajaran PAKEM

Petugas Upacara dan Dewan Asatidz

Pembelajaran PAKEM

Kegiatan Senam Bersama Setiap Hari Jum'at

Kegiatan Sholat Dhuha Bersama

Tim Menari Warak Endog

Kegiatan Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus


Di tengah kemajuan zaman dan candu internet yang cenderung negatif, anak-anak zaman sekarang menjadi enggan belajar dengan membaca buku-buku cetak. Padahal yang kita tahu, buku adalah jendela dunia. Meskipun jutaan informasi tersebar di internet, namun di buku bacaan, isi lebih berkualitas nilainya.

Di tahun 2014, MI Darul Ulum bekerjasama dengan wali murid, membuat terobosan agar siswa-siswi tetap menjaga budaya membaca di sekolah yakni dengan membuat program paralonisasi berupa rak buku yang kemudian diwarnai dan ditempel di dinding kelas.





Setelah program itu terlaksana, siswa-siswi terlihat bersemangat membaca buku disela-sela kegiatan belajar mengajar hingga sekarang.







Mobil pembawa jutaan ilmu di buku-buku itu datang ke MI Darul Ulum Wates, Ngaliyan. Siswa-siswi berbondong-bondong menghampirinya. Kemudian mengambil satu persatu buku bacaan yang mereka minati. Siswa-siswi MI Darul ulum terlihat senang dalam membaca buku-buku yang disediakan perpustakaan keliling.

Berikut galeri kegiatan siswa membaca buku perpustakaan keliling :





















Semarang, midu-wates.sch.id - Puluhan siswi MI Darul Ulum terlihat begitu giat mengikuti ekstrakurikuler menari yang dilatih oleh Bu Andriyanti.

Menurut Bu Andriyanti, guru yang sudah melatih ekstrakurikuler menari selama kurang lebih 5 tahun ini, bahwa ia melatih menari mulai dari tingkat dasar hingga siswi yang dilatihnya berulangkali berhasil memenangkan perlombaan.

"Karakter anak berbeda-beda. Jadi saya mendalami karakter anak terlebih dahulu," ungkapnya di sela-sela latihan pada hari Rabu (20/9).

Ia menambahkan, bahwa kini ia mengajar siswi dari kelas Satu hingga kelas Empat. Siswi yang berlatih menari begitu semangat mengikuti lenggak lenggok setiap gerakan tari yang diarahkan pelatih.

Tarian yang dilatih sekarang adalah tarian dari jawa timuran, banyumasan, dan beberapa tarian tradisional lainnya. [agn/10]

Pada Kamis 21 September 2017, umat islam akan merayakan tahun baru Hijriah yang ke 1439.

Di Islam, nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya agar membaca doa akhir tahun. Sehingga apa yang telah dilakukan selama satu tahun direstui Allah, dan diampuni segala kekhilafan kita.

Rasulullah selalu membaca ini di akhir tahun hijriah. Doa ini dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar sebagai berikut.



Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik.
Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:

Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.
Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu.
Ampunilah aku.

Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu.
Janganlah pupuskan harapanku.
Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Doa ini dibaca sebanyak Tiga kali untuk menyambut pergantian tahun. Semoga tahun depan kita bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin. [agn/09]